"Bunga Kertas"
Aku ini pohon jati yang kesepian dikebun ilalang yang tak
bertuan. Sampai dimusim kemarau yang kering itu dari rantingku tumbuh “Si Bunga
Kertas” dia gadis yang begitu lemah lembut, kedatangannya yang perlahan itu
membingungkan ku, untuk apa dia hadir padaku yang begitu gersang dibakar
mentari.
Untuk pertamakali aku menyapanya dipagi itu, ketika sayup
burung gelatik masih malu berkicau. “mengapa kau tumbuh didahanku yang tak
cocok untuk bunga yang cantik sepertimu?” aku menanyakannya, “aku bernegosiasi dengan
Tuhan, agar aku bisa hadir menemani pohon yang begitu kesepian” kata itu benar-benar
menghiburku yang selama ini begitu sendirian, karena rerumputan dan alang-alang
sibuk bersenda gurau disela akar-akarku yang menjalar dibawah.
“Si Bunga Kertas” selalu menemani hari-hariku, kelopak
bunganya yang putih seakan membuat iri pohon perdu lain ingin juga di hinggapi.
Sampai kemarau yang begitu panjang dibulan April kami begitu
kekeringan. Satu persatu daunku berguguran, aku meranggas. “Si Bunga Kertas”
bersedih melihatku seperti ingin mati.
Dibulan Juni itu kelopaknya berguguran satu persatu jatuh
diatas tanah. “mengapa kau juga gugur?” aku bertanya dalam kekeringan itu.
Sampai akhirnya angin pendidikan mencabutnya dari dahanku,
menerbangkannya jauh kehutan yang
begitu basah. Sayup aku dengar salam
perpisahannya.
Sampai hujan bulan Desember menguyurku dan tersadar dia
takada lagi diantara dahanku,telah tersemai dia didahan pohon Angsana didalam
hutan yang tak pernah meranggas.
Kini “si Bunga Kertas” itu benar-benar indah disana,
menemani Angsana yang membuatnya tumbuh indah. Biar aku menjadi Jati yang
sendiri diterpa kemarau.

Kerennnn 👍
BalasHapushehehhe masih belajar put.
Hapus