Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

"Bunga Kertas"

Gambar
   Aku ini pohon jati yang kesepian dikebun ilalang yang tak bertuan. Sampai dimusim kemarau yang kering itu dari rantingku tumbuh “Si Bunga Kertas” dia gadis yang begitu lemah lembut, kedatangannya yang perlahan itu membingungkan ku, untuk apa dia hadir padaku yang begitu gersang dibakar mentari.     Untuk pertamakali aku menyapanya dipagi itu, ketika sayup burung gelatik masih malu berkicau. “mengapa kau tumbuh didahanku yang tak cocok untuk bunga yang cantik sepertimu?” aku menanyakannya, “aku bernegosiasi dengan Tuhan, agar aku bisa hadir menemani pohon yang begitu kesepian” kata itu benar-benar menghiburku yang selama ini begitu sendirian, karena rerumputan dan alang-alang sibuk bersenda gurau disela akar-akarku yang menjalar dibawah.    “Si Bunga Kertas” selalu menemani hari-hariku, kelopak bunganya yang putih seakan membuat iri pohon perdu lain ingin juga di hinggapi. Sampai kemarau yang begitu panjang dibulan April kami begitu kekering...

Lampu Merah Marah-Marah

Gambar
piknikdong.com     Semua orang marah-marah, memaki lampu merah yang lambat detiknya.Sumpah serapah dilemparkan dari mulutnya, sampai Kudanil yang besar bisa keluar dari kerongkongannya, yang tertawa hanya pedagang rokok dipinggir trotoar jalan, sambil dihisap rokoknya dia menggumamkan kebingungan pada mahluk yang marah tadi.         Motor dan mobil semua bising, klakson bersahutan. Ramai sampai teriak teriak kalau mau bicara,lampu merah itu masih dengan malas menggulirkan angkanya, hanya aku yang santai bermain harmonica dibawah tiang lampu yang tak mengerti apa yang dimau mahluk pemarah itu. Sampai lampu hijau tak sabar juga menunggu giliran menyala, aku rasa semua orang ingin melempari batu si lampu merah. “Akhirnya hijau!” teriak sopir bus itu, diinjaknya pedal gas bus tua itu.        Yang dibelakang serobot menyerobot, kanan, kiri menyalip. Spion bersentuhan, knalpot bersahutan, mungkin dirumah ...

Yang Terhormat Sahabat

Gambar
Kepada Yth,                                                                                        Jakarta 14 September 2016 Saudara Yudi Nur Muhamad Ditempat

Aku dan hujan

Gambar
   Aku menyayanginya namanya hujan, pertemuanku bersamanya ketika mendung menggelayut dicakrawala, kulihat   dia mengintip dari awan yang mencapakannya kala itu. Aku benar benar mencintainya takkala rinai setia menemaniku ditaman sore itu.    Dengan ikhlas hujan jatuh dari awan yang menelantarkannya ditanah. Cinta kami tulus, setulus hujan yang menghidupi   rerumputan yang mengering jauh dari tepian kolam,dengan angun hujan meletakan kesegarannya dipundaku perlahan jatuh menyeka peluh diwajahku. Hujan benar-benar kesayanganku, dengan elok menciptakan alur air disela belukar ditepian kolam, mencipta melodi gemericik nyanyian, aku menyukainya. Dengan sangat cantik ia memenuhi kolam yang disenandungkan nyanyian katak. Aku dan hujan sangat mesra melupakan dingin yang menerpaku karena angin yang cemburu melihat kami.      Keruh kolam tak membuatku tak mengenal   hujan air daan wanginya sudah kutahu benar. Sepertinya mentari p...