Aku dan hujan
Aku menyayanginya
namanya hujan, pertemuanku bersamanya ketika mendung menggelayut dicakrawala,
kulihat dia mengintip dari awan yang
mencapakannya kala itu. Aku benar benar mencintainya takkala rinai setia
menemaniku ditaman sore itu.
Dengan ikhlas hujan jatuh dari awan yang
menelantarkannya ditanah.Cinta kami
tulus, setulus hujan yang menghidupi
rerumputan yang mengering jauh dari tepian kolam,dengan angun hujan meletakan
kesegarannya dipundaku perlahan jatuh menyeka peluh diwajahku. Hujan benar-benar
kesayanganku, dengan elok menciptakan alur air disela belukar ditepian kolam,
mencipta melodi gemericik nyanyian, aku menyukainya. Dengan sangat cantik ia
memenuhi kolam yang disenandungkan nyanyian katak. Aku dan hujan sangat mesra
melupakan dingin yang menerpaku karena angin yang cemburu melihat kami.
Keruh
kolam tak membuatku tak mengenal hujan
air daan wanginya sudah kutahu benar. Sepertinya mentari pun cemburu pada kami,
sinarnya mengangkat hujan yang tlah dipersatukan dengan air kolam, aku hanya
bisa melihatnya terangkat perlahan menjadi uap, dia hanya bisa mengucap sampai
jumpa ketika mendung kembali mencampakannya lagi ditaman ini. Sementara cinta
kami terhalang mentari yang berkuasa, saat ini dibulan Mei.

Komentar
Posting Komentar