Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Sekutum Bunga diantara Dinding Kota

Sekuntum Bunga Diantara Dinding Kota Sore itu ketika matahari pelan pelan kembali ketempat peristirahatannya untuk digantikan rembulan yang sudah bersiap tapil. Aku sedang berjalan sendiri disebuah jalan yang nampaknya asing bagiku,jalan yang begitu suram dengan banyaknya bangunan dan bekas peluru ditemboknya. Aku mencium aroma amis yang diantarkan angin kearahku, seakan desir angin sayu membisik tentang kota yang suram ini. Ketika hari mulai gelap aku melihat   seorang gadis kecil dengan roti gandum digenggamannya, dengaan senyum yang begitu tulus dia menawariku “ Apa kau mau roti ini? Kau bukan penduduk sini kan karena aku tak pernah melihat wajahmu” tanya gadis itu sambil menyodorkan rotinya. “ Iya nak bagaimana mungkin kau mengingat setiap wajah dikota ini?” tanyaku padanya. “Aku memang tidak begitu hafal dengan setiap pria dikota ini namun dikota ini tak akan ada pria sepertimu, dengan celana jeans ,sepatu boots , kunci mobil yang tergantung pada celana dan mantel yang ...