Andai
Hari itu hari baik dibulan ke 10, aku sedang terduduk dikursi teras rumahku dengan rokok yang rupanya sudah jenuh kuhisap daritadi, Kopiku pun nampaknya juga sudah mulai lelah sampai ia tak lagi hangat, hanya memandangi taman yang hanya tertanam rumput-rumput liar kegiatanku hari itu. Dalam lamunanku tiba-tiba kulihat seorang pria menenteng sebuah pot bunga Krisan, dia menitipkan bunga itu untuk menghiasi tamanku yang sudah lama tak dihiasi bunga-bunga. Pria itu hanya memberi lalu pergi, aku belum mengerti siapa pria itu. Pohon itu begitu indah dengan tangkai-tangkai yang sehat dan segar, tapi belum kulihat ada bunga yang akan tumbuh.
Setiap pagi dan sore aku siram bunga itu, sambil kucabuti rumput yang coba tumbuh dimenghisap nitrisi tanaman itu. Aku tak suka ada yang ganggu ia tumbuh.
Setiap sabtu sore kupupuk tanaman itu agar cepat berbunga, kuperhatikan setiap detail ia tumbuh.
Sampai akhirnya dibulan yang sama diminggu keempat aku mulai melihat kuncup-kuncup bunga yang mulai tumbuh dari batang-batang yang mulai menua.
Bunga Krisan pertama merekah pada awal bulan ke-11, bunga berwarna Merah jambu itu muncul, perhatian ku semakin bertambah padanya, kupetik daun-daun layu yang menutupi keindahannya.
Sampai disenja yang begitu tenang, sambil kuhisap batang rokok yang sudah menyala dari tadi itu, pohon itu nampak begitu indah, dibiaskan sinar lembayung diantara pucuk-pucuk putik bunga itu. Bunga itu begitu menarik, sampai aku cemburu pada kupu-kupu yang mengerubungi ia
Lamunanku sore itu menembus jauh keujung awan, apakah boleh aku memiliki bunga itu selamanya? Apa nanti pria yang memberiku bunga itu akan kembali lagi mengambil bunganya?
Rasa-rasanya aku ingin menjadi kotoran ternak yang dijadikan pupuk, diletakan pada akar-akar bunga itu, diresap kedalam batang- batang dan menumbuhkan bunga merah muda yang indah diterpa sinar.
bergantian meminta manisnya.Lamunanku sore itu menembus jauh keujung awan, apakah boleh aku memiliki bunga itu selamanya? Apa nanti pria yang memberiku bunga itu akan kembali lagi mengambil bunganya?
Rasa-rasanya aku ingin menjadi kotoran ternak yang dijadikan pupuk, diletakan pada akar-akar bunga itu, diresap kedalam batang- batang dan menumbuhkan bunga merah muda yang indah diterpa sinar.
Tak elok rasanya aku memikirkan kehendakNya, biar Ia yang memilih aku jadi siapa dan bunga itu jadi apa, asal tak digantikannya dengan siapa nanti bunga itu menghabiskan Layunya bersama.

Komentar
Posting Komentar