Love



Hari ini 14 mei, kuambil handphone ku dari saku kantong clana jeans ku. Ku ketik pesan singkat untuk istriku, “ sayang hari ini 12 tahun kita menikah, akan ku buatkan makan malam untuk kita, akan ku buatkan sayur sup yang kau sukai” kira kira begitu isinya. Hari itu aku pulang lebih awal karena ini hari yang special. kupacu mobilku, jalanan lebih lengang malam itu, lampu kota terlihat lebih menyala, bunyi klakson lebih bernada. Mungkin karena hari spesialku. Kukenang wanita itu sebelum kami bersatu, dipertemukan dan diikat dalam janji sehidup semati, dikaruniai putra dan putri Raka dan Nurani. Dewi yang memberinya nama itu, Dewi istriku. Kubayangkan malam yang istimewa dengan lilin yang menyala ditengah meja makan rumah kami. Aku mampir di toko bunga langgananku membeli bunga Anyelir merah kesukaan istriku, mungkin setangkai Anyelir kan mempercantik makan malam kami. Ku letakan dijok samping kursi mobilku. Kuparkir mobilku digarasi rumah. Kubuka pintu yang tak dikunci tak ada sambutan  yang hangat, mungkin mereka sudah tertidur. Ku letakan bunga itu menggantikan bunga sedap malam yang telah setahun layu. Perlahan kurapikan meja makan itu, kuhias dengan lilin dan taplak meja yang putih.



Aku kedapur dan memasak sup dengan tempe goreng kesukaan istriku,malam yang special. Kutata satu persatu makanan diatas meja itu begito romantic. Perlahan aku menuju kamarku, berlahan agar tak ada yang tahu, kubuka pintu yang tak dikunci, kamar itu gelap, kunyalakan lampu meja disisi kanan kasur tidurku. Berbisik pada bingkai foto istriku, “happy anniversary sayang” sambil kubawa kemeja yang telah begitu cantik. Kuletakan foto itu dikursi depanku, hari ini 12 tahun kita meinikah, dan 4 tahun kau di surga, aku tak akan lupa hari itu saat kau tersenyum didepan altar gereja mengucap janji setia. Kukirimkan doa untuknya disurga. Malam itu aku makan sendiri dimeja makanku, Dewi makan dimeja makannya disurga.  Terpisah dunia dan nirwana tapi cinta tiada batas. Waktu itu usiaku 43 tahun dan aku masih mencintaimu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekutum Bunga diantara Dinding Kota